Komputer adalah sebuah perangkat yang dapat mempermudah dan memperindah kehidupan kita. Maka tak saya mengambil judul di atas, separuh nafas saya ada di komputer.
Saya sepertinya sulit mengingat kapan tahun pertama saya mengenal komputer. Namun, sepertinya kata “komputer” mulai masuk di benak saya saat jaman SD, awal tahun 1990-an. Komputer diperkenalkan lewat buku pelajaran dan media informasi (cetak maupun elektronik), walaupun saya belum pernah menyentuh fisik komputer.
Wujud komputer berupa gambar pertama kali saya lihat di buku pelajaran. Mungkin buku pelajaran Bahasa Indonesia antara kelas 4 atau kelas 5 SD sekitar tahun 1993-1994. Saat itu, tema pelajaran adalah soal teknologi mutakhir yang bernama “komputer". Menurut guru, komputer adalah suatu alat yang dapat membantu manusia dalam hal menghitung dan mengetik, sebagai “kalkulator super canggih” dan mesin ketik canggih yang mampu menggantikan kalkulator konvensional dan mesin ketik manual selama ini. Sebatas itu saja, belum ada iming-iming fungsi komputer yang lain, menggambar atau mengirim data misalnya. Walaupun saya bersekolah di SMP dan SMA favorit di kota Makassar, tidak ada mata pelajaran komputer saat SMP ataupun SMA
dulu, makanya .saya tidak banyak tahu soal komputer di masa itu.
Wujud "asli" komputer pertama kali saya lihat di Laboratorium Bahasa saat SMA dulu, kelas 2 SMA sekitar tahun 2000-an. Sayangnya, saya hanya bisa melihat fisik komputer dari luar lab. Pandangan pertama hanya lewat jendela, pintu lab ditutup rapat, komputernya pun entah dapat digunakan atau tidak. Menurut guru, komputer tersebut hanya bisa digunakan sesekali saja oleh yang ahlinya, untuk pelajaran Bahasa. Takutnya kalau sembarang orang yang memegang, komputer akan cepat rusak. Menurut saya, itu cuma alasan sang guru karena dia juga mungkin tidak mengerti menggunakan perangkat komputer.