Pages

April 15, 2012

Bangunan dan Gedung Unik di Makassar

Gedung atau bangunan beton sudah menjadi keniscayaan bagi kota Metropolitan, termasuk Makassar. Karena itu, ada yang menyebut Makassar adalah kota Beton, Makassar adalah Kota Ruko, ataupun sebutan unik lainnya. Namun, gedung di Makassar belum se mentereng di Jakarta sebagai ibukota Nusantara. Namun, kota Makassar menunjukkan perkembangan pesat dalam pertumbuhan gedung. Beberapa diantaranya ada gedung ataupun bangunan yang unik dan menarik, menurut pandangan mata dan hati saya antara lain.

Gedung Menara Phinisi UNM


Gedung ini terletak di Kampus Universitas Negeri (UNM) Makassar, Jl Andi Pangerang Pettarani. Saya baru pertama kali melihat secara langsung gedung unik berbentuk layar perahu seperti ini. Gedung ini biasa juga disebut gedung Tellu Cappa (tiga Puncak), atau Phinisi. Konsep dasar gedung ini didesain sebagai ikon baru bagi UNM, kota Makassar dan sekaligus Sulawesi Selatan.

April 5, 2012

Separuh Nafas di Komputer

 Komputer Pertama di Dunia? [Sumber Gambar]

Komputer adalah sebuah perangkat yang dapat mempermudah dan memperindah kehidupan kita. Maka tak saya mengambil judul di atas, separuh nafas saya ada di komputer. Saya sepertinya sulit mengingat kapan tahun pertama saya mengenal komputer. Namun, sepertinya kata “komputer” mulai masuk di benak saya saat jaman SD, awal tahun 1990-an. Komputer diperkenalkan lewat buku pelajaran dan media informasi (cetak maupun elektronik), walaupun saya belum pernah menyentuh fisik komputer. 

Wujud komputer berupa gambar pertama kali saya lihat di buku pelajaran. Mungkin buku pelajaran Bahasa Indonesia antara kelas 4 atau kelas 5 SD sekitar tahun 1993-1994. Saat itu, tema pelajaran adalah soal teknologi mutakhir yang bernama “komputer". Menurut guru, komputer adalah suatu alat yang dapat membantu manusia dalam hal menghitung dan mengetik, sebagai “kalkulator super canggih” dan mesin ketik canggih yang mampu menggantikan kalkulator konvensional dan mesin ketik manual selama ini. Sebatas itu saja, belum ada iming-iming fungsi komputer yang lain, menggambar atau mengirim data misalnya. Walaupun saya bersekolah di SMP dan SMA favorit di kota Makassar, tidak ada mata pelajaran komputer saat SMP ataupun SMA dulu, makanya .saya tidak banyak tahu soal komputer di masa itu.

Wujud "asli" komputer pertama kali saya lihat di Laboratorium Bahasa saat SMA dulu, kelas 2 SMA sekitar tahun 2000-an. Sayangnya, saya hanya bisa melihat fisik komputer dari luar lab. Pandangan pertama hanya lewat jendela, pintu lab ditutup rapat, komputernya pun entah dapat digunakan atau tidak. Menurut guru, komputer tersebut hanya bisa digunakan sesekali saja oleh yang ahlinya, untuk pelajaran Bahasa. Takutnya kalau sembarang orang yang memegang, komputer akan cepat rusak. Menurut saya, itu cuma alasan sang guru karena dia juga mungkin tidak mengerti menggunakan perangkat komputer. 

April 4, 2012

Menjejak Surga di Sulawesi Selatan

Saya adalah pencinta wisata (a.k.a jalan-jalan alias pajokka). Kemanapun asal murah, meriah (dan tidak mencret) jika ada kesempatan pasti akan saya jabani. Saya membatin, seandainya saya punya kesempatan berkeliling Sulawesi Selatan, mengelilingi propinsi ini karena janji-janji akan keeksotisannya di dunia maya. Selain eksotis, letak Sulawesi Selatan sangat strategis menjadikannya layak menjadi wisata impian. 

Di pantai, di laut dan di dasar laut Sulsel menjanjikan pemandangan surgawi yang membuat pengunjungnya akan betah karena menemukan pesona yang tiada bandingnya. Di darat dengan pemandangan persawahan, perkebunan, pegunungan, udara sejuk bersih dan alami semuanya dapat dinikmati di Sulsel. Kita juga bisa menyaksikan gua-gua arkeologi peninggalan masa lalu dengan sejuta misteri alam lainnya. ataupun bangunan peninggalan zaman penjajahan sebagai saksi sejarah perlawanan rakyat Sulsel terhadap kolonialisme. Aktifitas Budaya pun tak kalah mempesonanya, mulai dari upacara tradisi sampai pada kehidupan tradisional masyarakat di pedesaan. Andapun dapat mengikuti proses budaya masyarakat Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja hanya di Sulsel. Janji surga, bukan?



Sayangnya, saya adalah orang asli Bugis Makassar yang belum sempat mengarungi surga dunia di pusat kepulauan Nusantara ini. Pun jika suatu saat diizinkan keliling Sulawesi Selatan selama 30 hari, saya bermimpi menulis diary nya seperti berikut ini.